WhatsApp Icon
Enam Kunci Rumah Layak Huni Diserahkan, Bupati Muhammad Fadhil Arif Ajak Masyarakat Mampu Berzakat ke Baznas Batang Hari

MUARA BULIAN - Pagi Selasa (30/12), suasana Desa Pompa Air, Kecamatan Bajubang terasa berbeda. Bupati Batang Hari, Muhammad Fadhil Arief, meresmikan sekaligus menyerahkan enam unit rumah layak huni yang dibangun oleh Baznas Kabupaten Batang Hari untuk warga yang tergolong dalam delapan asnaf. Program ini menjadi bukti nyata bagaimana zakat, infak, dan sedekah dapat menjelma menjadi solusi konkret bagi masyarakat kurang mampu.

Rumah-rumah layak huni tersebut tersebar di enam kecamatan, yakni Batin XXIV, Mersam, Muara Tembesi, Maro Sebo Ilir (MSI), Pemayung, dan Bajubang. Peresmian dipusatkan di Desa Pompa Air, ditandai dengan pengguntingan pita dan penyerahan kunci rumah kepada penerima manfaat.

Dalam sambutannya, Bupati Fadhil Arief menegaskan bahwa rumah bukan sekadar bangunan fisik, melainkan fondasi awal untuk kehidupan yang lebih bermartabat.

“Saya berharap rumah ini bisa menjadi motivasi bagi pemiliknya untuk hidup lebih layak, lebih sehat, dan lebih bersemangat menjalani kehidupan,” ujar Bupati.

Tak hanya itu, ia juga menaruh harapan besar kepada Baznas Batang Hari agar terus menggugah kesadaran masyarakat mampu untuk menunaikan zakat melalui lembaga resmi.

“Kalau kita bicara potensi, zakat masyarakat Batang Hari ini sebenarnya sangat besar. Dengan pengelolaan yang baik melalui Baznas, persoalan kebutuhan dasar masyarakat kurang mampu bisa kita selesaikan bersama,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Baznas Batang Hari, H. Muslim, menjelaskan bahwa pembangunan rumah layak huni ini merupakan hasil swadaya masyarakat yang dikolaborasikan dengan pemerintah desa. Proses pembangunan tak lepas dari semangat gotong royong warga setempat.

“Bahkan pemerintah desa dan masyarakat ikut bahu-membahu menyempurnakan rumah ini. Ada yang menyumbang tenaga, ada pula yang membantu material. Inilah kekuatan zakat yang dikombinasikan dengan solidaritas sosial,” ungkapnya.

H Muslim menambahkan tahun 2025 ini ada delapan rumah layak huni baik yang dibangun maupun yang dibedah oleh Baznas Batang Hari. Dan dana pembangunannya berasal dari zakat dan infak masyarakat Batang Hari. ''Oleh karena itu kami mengucapkan terima kasih kepada Bupati Batang Hari yang telah berkenan meresmikan rumah ini, juga kami mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Batang Hari yang telah berzakat dan berinfaq melalui Baznas,'' ucapnya. 

Kehadiran berbagai unsur pimpinan daerah semakin menegaskan komitmen bersama dalam pengentasan kemiskinan berbasis zakat. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua DPRD Batang Hari Rahmad Hasrofi, S.E, Asisten I Setda Batang Hari Muhammad Rifa'i, SP.,ME, Kepala Dinas Sosial Sofian, SHKadis DPDM Taufiq. S.Ag,  Kepala Dinas DPPKBP3A M Khadafi Muchtar, SE, Kepala Bapperinda Kabupaten Batanghari, Ahmad Kurniadi, S.E, M.E, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Batang Hari H. Zeifni Ishaq, M.HI, unsur pimpinan Baznas Batang Hari, serta para kepala desa lokasi pembangunan rumah, Kades Terentang Baru, Wahyu Pranyoto, Kades Pompa Air M Yasin A.Md, Kades Sengkati Gedang, Lurah Kampung Baru Juni Kurniawan, S.E, serta masyarakat.

Di wajah para penerima rumah, terpancar rasa haru dan syukur. Bagi mereka, rumah ini bukan hanya tempat berteduh, melainkan awal kehidupan baru yang lebih layak—buah dari kepedulian zakat yang dikelola amanah.

Dari Desa Pompa Air, enam kunci rumah itu kini telah membuka pintu harapan. Harapan bahwa zakat, ketika dikelola bersama dan digerakkan dengan hati, mampu mengubah nasib dan menguatkan sendi-sendi kemanusiaan di Bumi Serentak Bak Regam. (***)

31/12/2025 | Kontributor: Humas
Sebulan Banjir Sumatera : Korban Wafat Tembus 1.137 Jiwa, 457 Ribu Orang Mengungsi, Yuk Kita Bantu Mereka Bangkit

JAKARTA - Sebulan setelah banjir dan longsor di wilayah Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan Aceh, Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) melaporkan bahwa hingga Jumat (26/12/2025) pukul 19.00 WIB, jumlah korban meninggal dunia tembus 1.137 jiwa. Kabupaten Aceh Utara menjadi paling tertinggi dengan 205 jiwa, disusul Kabupaten Agam dengan 192 jiwa dan Kabupaten Tapanuli Tengah yaitu 133 jiwa. Total warga mengungsi adalah 457.200 orang dengan tertinggi di Kabupaten Aceh Utara yakni 166.900 orang, Kabupaten Aceh Tamiang dengan 150.500 orang, dan Kabupaten Gayo Leus dengan 33.800 orang. Sementara korban yang masih dalam pencarian sebanyak 163 jiwa.   Jumlah rumah yang mengalami kerusakan akibat bencana tersebut yaitu 157.838 unit rumah dengan 77.397 unit rumah rusak ringan, 33.276 unit rumah rusak sedang, dan 47.165 unit rumah rusak berat.

Provinsi Sumatra Utara tercatat jumlah korban meninggal dunia menjadi 371 jiwa. Lima kabupaten/kota tertinggi yaitu Tapanuli Tengah (133 jiwa), Tapanuli Selatan (88 jiwa), Sibolga (55 jiwa), Tapanuli Utara (36 jiwa), dan Deli Serdang (17 jiwa). Total korban masih hilang adalah 60 orang.

Total warga mengungsi di Sumatra Utara adalah 10.400 orang dengan tertinggi pada Kabupaten Tapanuli Selatan (4.700 orang), Tapanuli Tengah (2.900 orang), dan Tapanuli Utara (1.200 orang).  

Kemudian, pada wilayah Sumatra Barat jumlah korban meninggal dunia terus meningkat dengan 262 jiwa dengan posisi teratas yaitu Kabupaten Agam dengan 192 jiwa, Kabupaten Padang Pariaman yaitu 35 jiwa, dan Kota Padang Panjang dengan 17 jiwa.  

Warga yang masih hilang sebanyak 72 orang. Masih banyak korban yang mengungsi dengan total 10.000 warga. Tiga kabupaten/kota tertinggi pengungsiannya adalah Agam (4.300 warga), Tanah Datar (1.600 warga), dan Padang Pariaman (848 warga). 

 Pada provinsi Aceh, total koban meninggal dunia menjadi 504 jiwa dengan Kabupaten Aceh Utara tertinggi dengan 205 jiwa, disusul Kabupaten Aceh Tamiang dengan 88 jiwa dan Kabupaten Aceh Timur dengan 57 jiwa. Korban yang masih tahap pencarian sebanyak 31 orang.   Jumlah warga yang masih mengungsi yaitu 436.900 orang.

 Lima kabupaten/kota dengan jumlah pengungsi tertinggi yaitu Aceh Utara dengan 166.900 orang, Aceh Tamiang dengan 150.500 orang, Gayo Lues dengan 33.800 orang, Bireun yaitu 22.900 orang dan Aceh Timur yaitu 20.500 orang. ( Sumber : NU Online)

27/12/2025 | Kontributor: Humas
Menyatukan Niat Mengoptimalkan Zakat dan Sedekah, Kemenag MoU Dengan Baznas Batang Hari

MUARA BULIAN - Suasana Aula Pusat Layanan Haji dan Umrah Terpadu (PLHUT) Kementerian Haji Kabupaten Batang Hari pada Kamis pagi, 18 Desember 2025, terasa berbeda dari biasanya. Di ruangan itu, para kepala KUA, pengelola madrasah, dan jajaran pimpinan lembaga keagamaan berkumpul dengan satu tujuan yang sama, menyatukan langkah demi menguatkan peran zakat bagi kesejahteraan umat.

Bacaan Ummul Qur'an yang dipimpin ustadz Muhammad Dillo dan lagu Indonesia Raya mengalun khidmat mengawali acara. Ini menjadi penanda pentingnya pengelolaan zakat, infaq dan sedekah di Kabupaten Batang Hari terutama di lingkungan Kemenag.  Tak lama berselang, Kepala Kantor Kemenag Batang Hari H. Zeifni Ishaq, M.H.I. dan Ketua Baznas Batang Hari H. Muslim, S.Ag., M.Sy. membubuhkan tanda tangan pada lembar Perjanjian Kerja Sama (MoU). Sebuah simbol sederhana, namun sarat makna—tentang niat baik, komitmen, dan harapan besar.

MoU ini bukan sekadar dokumen administratif. Di baliknya, tersimpan ikhtiar untuk meningkatkan jumlah pengumpulan zakat, infaq dan sedekah untuk menjawab kebutuhan masyarakat. Kepala Seksi Penyelenggara Zakat dan Wakaf M. Nurhadi, S.Pd.I., serta para kepala KUA dan madrasah se-Kabupaten Batang Hari menjadi saksi bahwa kerja sama ini lahir dari kesadaran bersama.

Ketua Baznas Batang Hari, H. Muslim, mengungkapkan bahwa selama ini belum ada MoU antara Baznas dan Kementerian Agama. Padahal, potensi zakat yang berhasil dihimpun oleh UPZ Kemenag sangat besar. ''Dengan adanya MoU ini, kami ingin memastikan pengelolaan zakat menjadi lebih terkoordinasi dan lebih meningkat lagi serta berdampak nyata,” ujarnya.

Muslim juga menyampaikan optimisme Baznas Batang Hari menatap tahun 2026, dengan target penghimpunan zakat melebihi Rp. 10 miliar. Angka itu bukan sekadar ambisi, melainkan cerminan keyakinan bahwa jika dikelola bersama, zakat mampu menjadi kekuatan sosial yang luar biasa.

Sementara itu, H. Zeifni Ishaq mengajak seluruh peserta merenungi satu fakta penting Indonesia dikenal dunia sebagai bangsa yang dermawan. Potensi zakat nasional yang mencapai ratusan triliun rupiah menunjukkan besarnya semangat berbagi masyarakat. Namun, realitas di lapangan berkata lain.

“Potensi zakat nasional mencapai Rp320 triliun, Provinsi Jambi sekitar Rp 4 triliun. Tetapi yang terkumpul masih jauh dari itu. Ini menjadi tugas kita bersama untuk memperbaiki pengelolaan zakat,” tutur Zeifni dengan nada reflektif.

Di tengah tantangan tersebut, Zeifni mengajak seluruh jajaran untuk tetap bersyukur. Ia menyebutkan bahwa Kementerian Agama Kabupaten Batang Hari berhasil menempati peringkat kedua pengelolaan zakat se-Provinsi Jambi, dengan penghimpunan sekitar Rp753 juta. Sebuah capaian yang patut dibanggakan, sekaligus menjadi pemicu untuk melangkah lebih jauh.

Harapan besar pun mengiringi penandatanganan MoU ini. Bagi Zeifni, sinergi antara Kemenag dan Baznas bukan hanya soal meningkatkan angka penghimpunan, tetapi tentang memperluas manfaat zakat bagi pemberdayaan ekonomi umat. Dari bantuan modal usaha, penguatan UMKM, hingga program sosial keagamaan, zakat diharapkan mampu mengubah mustahiq menjadi muzakki.

“Ketika Kemenag dan Baznas berjalan bersama, zakat tidak hanya menjadi kewajiban ibadah, tetapi juga solusi nyata bagi kesejahteraan masyarakat Batang Hari,” ujarnya menutup sambutan.

Hari itu, Aula PLHUT bukan sekadar menjadi tempat penandatanganan kerja sama. Ia menjadi saksi lahirnya sebuah komitmen bersama—bahwa zakat, jika dikelola dengan hati, amanah, dan kolaborasi, dapat menjadi jalan perubahan bagi umat. (***)

18/12/2025 | Kontributor: Mohd Haramen
BAZNAS BATANG HARI UPDATE DONASI KORBAN BENCANA SUMATERA

UPDATE DONASI BENCANA SUMATERA

 

Total pengumpulan per 18 Desember 2025

Rp 125.899.910

 

Alhamdulillah, berkat kepedulian dan kebaikan hati masyarakat Kabupaten Batang Hari, donasi untuk membantu saudara-saudara kita yang terdampak bencana di Sumatera terus bertambah.

 

Terima kasih kepada seluruh muzakki, munfiq, dan para dermawan yang telah ikut meringankan beban mereka. Setiap rupiah yang Anda titipkan menjadi harapan bagi para korban—semoga Allah membalas dengan pahala berlipat ganda. ?????

 

Ayo teruskan semangat kepedulian ini. Anda masih dapat berdonasi melalui:

 

Bank Jambi

3000193371

a.n BAZNAS Kabupaten Batang Hari

 

BRI

031501000159307

a.n Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Batang Hari

 

Donasi Online:

kabbatanghari.baznas.go.id/rekening

 

Layanan BAZNAS:

0821 7736 2300

[email protected]

18/12/2025 | Kontributor: HUMAS BAZNAS
Menebar Cahaya Zakat di Bajubang, Ketua Baznas Batang Hari Lantik UPZ Desa/Kelurahan dan Masjid Sebagai Penggerak Potensi Umat

Bajubang, 12 November 2025 — Pagi Rabu (12/11), Aula UPTD Komplek Kantor Camat Bajubang tampak lebih ramai dari biasanya. Udara sejuk Bajubang berpadu dengan semangat para tokoh agama, perangkat desa, kelurahan dan pengurus masjid yang datang dari berbagai penjuru. Mereka berkumpul bukan sekadar untuk menghadiri sebuah acara seremonial, tetapi untuk mengikrarkan tekad baru: menjadi pelopor gerakan zakat di tingkat akar rumput melalui pelantikan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Desa/Kelurahan dan Masjid se-Kecamatan Bajubang.

Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi masyarakat Bajubang dalam memperkuat peran zakat sebagai instrumen kesejahteraan umat. Pelantikan berlangsung khidmat, diselingi ummul Qur’an yang menambah nuansa spiritual.

Mewakili Camat Bajubang, Dahlan Suntana, S.K.M, Bagian Kasi Kesejahteraan Sosial (Kessos), Tislan, menyampaikan apresiasinya terhadap inisiatif Baznas Kabupaten Batang Hari yang telah membentuk dan melantik UPZ di tingkat desa/kelurahan dan masjid. “UPZ adalah ujung tombak zakat. Dari tangan para pengumpul inilah, kebaikan dan keberkahan bisa tersebar hingga ke pelosok kampung,” ujarnya penuh semangat.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Ketua Baznas Kabupaten Batang Hari, H. Muslim, M.Sy, yang secara langsung melantik para pengurus UPZ. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat dalam mengelola zakat secara transparan dan profesional. “Kita ingin zakat benar-benar menjadi kekuatan ekonomi umat. UPZ di desa dan masjid bukan hanya pengumpul dana, tapi juga penggerak perubahan sosial,” tegasnya.

Turut hadir pula Ketua Komisi Fatwa MUI Kabupaten Batang Hari, KH Parlindungan Hasibuan, yang memberikan tausiyah penuh makna tentang kemuliaan orang-orang yang menunaikan zakat dan mengelolanya dengan amanah. Hadir pula Kepala KUA Bajubang,Pickry A. SH, Ketua MUI Kecamatan Bajubang, HM Ashly serta unsur pimpinan Baznas lainnya: Wakil Ketua I Bidang Penghimpunan, Mohd Haramen, S.E., M.E.Sy, dan Wakil Ketua III Bidang Administrasi Keuangan, Iskandar, M.E.

Kegiatan semakin bermakna dengan kehadiran amilin  Baznas bidang penghimpunan, Syahrul Adji Ibnu Sobar MPd, yang selama ini aktif dalam kegiatan penghimpunan zakat, serta Dai Baznas, Ustadzah Kusmawati S.Ag, yang memandu acara dengan cermat dan tertib.

Di akhir acara, suasana optimisme menyelimuti aula. Para pengurus UPZ yang baru dilantik berdiri tegak, mengucapkan ikrar amanah di bawah bimbingan Baznas dan MUI. Mereka kini membawa tanggung jawab baru — memastikan bahwa setiap zakat yang dikumpulkan akan sampai kepada yang berhak menerimanya, dengan penuh keikhlasan dan profesionalisme.

 

Dari Bajubang, semangat itu pun menyala. Sebuah langkah kecil yang diyakini akan membawa perubahan besar: membangun masyarakat yang mandiri, religius, dan saling peduli melalui zakat yang dikelola dengan hati. (***)

13/11/2025 | Kontributor: Mohd Haramen

Berita Terbaru

Enam Kunci Rumah Layak Huni Diserahkan, Bupati Muhammad Fadhil Arif Ajak Masyarakat Mampu Berzakat ke Baznas Batang Hari
Enam Kunci Rumah Layak Huni Diserahkan, Bupati Muhammad Fadhil Arif Ajak Masyarakat Mampu Berzakat ke Baznas Batang Hari
MUARA BULIAN - Pagi Selasa (30/12), suasana Desa Pompa Air, Kecamatan Bajubang terasa berbeda. Bupati Batang Hari, Muhammad Fadhil Arief, meresmikan sekaligus menyerahkan enam unit rumah layak huni yang dibangun oleh Baznas Kabupaten Batang Hari untuk warga yang tergolong dalam delapan asnaf. Program ini menjadi bukti nyata bagaimana zakat, infak, dan sedekah dapat menjelma menjadi solusi konkret bagi masyarakat kurang mampu. Rumah-rumah layak huni tersebut tersebar di enam kecamatan, yakni Batin XXIV, Mersam, Muara Tembesi, Maro Sebo Ilir (MSI), Pemayung, dan Bajubang. Peresmian dipusatkan di Desa Pompa Air, ditandai dengan pengguntingan pita dan penyerahan kunci rumah kepada penerima manfaat. Dalam sambutannya, Bupati Fadhil Arief menegaskan bahwa rumah bukan sekadar bangunan fisik, melainkan fondasi awal untuk kehidupan yang lebih bermartabat. “Saya berharap rumah ini bisa menjadi motivasi bagi pemiliknya untuk hidup lebih layak, lebih sehat, dan lebih bersemangat menjalani kehidupan,” ujar Bupati. Tak hanya itu, ia juga menaruh harapan besar kepada Baznas Batang Hari agar terus menggugah kesadaran masyarakat mampu untuk menunaikan zakat melalui lembaga resmi. “Kalau kita bicara potensi, zakat masyarakat Batang Hari ini sebenarnya sangat besar. Dengan pengelolaan yang baik melalui Baznas, persoalan kebutuhan dasar masyarakat kurang mampu bisa kita selesaikan bersama,” tegasnya. Sementara itu, Ketua Baznas Batang Hari, H. Muslim, menjelaskan bahwa pembangunan rumah layak huni ini merupakan hasil swadaya masyarakat yang dikolaborasikan dengan pemerintah desa. Proses pembangunan tak lepas dari semangat gotong royong warga setempat. “Bahkan pemerintah desa dan masyarakat ikut bahu-membahu menyempurnakan rumah ini. Ada yang menyumbang tenaga, ada pula yang membantu material. Inilah kekuatan zakat yang dikombinasikan dengan solidaritas sosial,” ungkapnya. H Muslim menambahkan tahun 2025 ini ada delapan rumah layak huni baik yang dibangun maupun yang dibedah oleh Baznas Batang Hari. Dan dana pembangunannya berasal dari zakat dan infak masyarakat Batang Hari. ''Oleh karena itu kami mengucapkan terima kasih kepada Bupati Batang Hari yang telah berkenan meresmikan rumah ini, juga kami mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Batang Hari yang telah berzakat dan berinfaq melalui Baznas,'' ucapnya. Kehadiran berbagai unsur pimpinan daerah semakin menegaskan komitmen bersama dalam pengentasan kemiskinan berbasis zakat. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua DPRD Batang Hari Rahmad Hasrofi, S.E, Asisten I Setda Batang Hari Muhammad Rifa'i, SP.,ME, Kepala Dinas Sosial Sofian, SH, Kadis DPDM Taufiq. S.Ag, Kepala Dinas DPPKBP3A M Khadafi Muchtar, SE, Kepala Bapperinda Kabupaten Batanghari, Ahmad Kurniadi, S.E, M.E, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Batang Hari H. Zeifni Ishaq, M.HI, unsur pimpinan Baznas Batang Hari, serta para kepala desa lokasi pembangunan rumah, Kades Terentang Baru, Wahyu Pranyoto, Kades Pompa Air M Yasin A.Md, Kades Sengkati Gedang, Lurah Kampung Baru Juni Kurniawan, S.E, serta masyarakat. Di wajah para penerima rumah, terpancar rasa haru dan syukur. Bagi mereka, rumah ini bukan hanya tempat berteduh, melainkan awal kehidupan baru yang lebih layak—buah dari kepedulian zakat yang dikelola amanah. Dari Desa Pompa Air, enam kunci rumah itu kini telah membuka pintu harapan. Harapan bahwa zakat, ketika dikelola bersama dan digerakkan dengan hati, mampu mengubah nasib dan menguatkan sendi-sendi kemanusiaan di Bumi Serentak Bak Regam. (***)
BERITA31/12/2025 | Humas
Sebulan Banjir Sumatera : Korban Wafat Tembus 1.137 Jiwa, 457 Ribu Orang Mengungsi, Yuk Kita Bantu Mereka Bangkit
Sebulan Banjir Sumatera : Korban Wafat Tembus 1.137 Jiwa, 457 Ribu Orang Mengungsi, Yuk Kita Bantu Mereka Bangkit
JAKARTA - Sebulan setelah banjir dan longsor di wilayah Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan Aceh, Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) melaporkan bahwa hingga Jumat (26/12/2025) pukul 19.00 WIB, jumlah korban meninggal dunia tembus 1.137 jiwa. Kabupaten Aceh Utara menjadi paling tertinggi dengan 205 jiwa, disusul Kabupaten Agam dengan 192 jiwa dan Kabupaten Tapanuli Tengah yaitu 133 jiwa. Total warga mengungsi adalah 457.200 orang dengan tertinggi di Kabupaten Aceh Utara yakni 166.900 orang, Kabupaten Aceh Tamiang dengan 150.500 orang, dan Kabupaten Gayo Leus dengan 33.800 orang. Sementara korban yang masih dalam pencarian sebanyak 163 jiwa. Jumlah rumah yang mengalami kerusakan akibat bencana tersebut yaitu 157.838 unit rumah dengan 77.397 unit rumah rusak ringan, 33.276 unit rumah rusak sedang, dan 47.165 unit rumah rusak berat. Provinsi Sumatra Utara tercatat jumlah korban meninggal dunia menjadi 371 jiwa. Lima kabupaten/kota tertinggi yaitu Tapanuli Tengah (133 jiwa), Tapanuli Selatan (88 jiwa), Sibolga (55 jiwa), Tapanuli Utara (36 jiwa), dan Deli Serdang (17 jiwa). Total korban masih hilang adalah 60 orang. Total warga mengungsi di Sumatra Utara adalah 10.400 orang dengan tertinggi pada Kabupaten Tapanuli Selatan (4.700 orang), Tapanuli Tengah (2.900 orang), dan Tapanuli Utara (1.200 orang). Kemudian, pada wilayah Sumatra Barat jumlah korban meninggal dunia terus meningkat dengan 262 jiwa dengan posisi teratas yaitu Kabupaten Agam dengan 192 jiwa, Kabupaten Padang Pariaman yaitu 35 jiwa, dan Kota Padang Panjang dengan 17 jiwa. Warga yang masih hilang sebanyak 72 orang. Masih banyak korban yang mengungsi dengan total 10.000 warga. Tiga kabupaten/kota tertinggi pengungsiannya adalah Agam (4.300 warga), Tanah Datar (1.600 warga), dan Padang Pariaman (848 warga). Pada provinsi Aceh, total koban meninggal dunia menjadi 504 jiwa dengan Kabupaten Aceh Utara tertinggi dengan 205 jiwa, disusul Kabupaten Aceh Tamiang dengan 88 jiwa dan Kabupaten Aceh Timur dengan 57 jiwa. Korban yang masih tahap pencarian sebanyak 31 orang. Jumlah warga yang masih mengungsi yaitu 436.900 orang. Lima kabupaten/kota dengan jumlah pengungsi tertinggi yaitu Aceh Utara dengan 166.900 orang, Aceh Tamiang dengan 150.500 orang, Gayo Lues dengan 33.800 orang, Bireun yaitu 22.900 orang dan Aceh Timur yaitu 20.500 orang. ( Sumber : NU Online)
BERITA27/12/2025 | Humas
Menyatukan Niat Mengoptimalkan Zakat dan Sedekah, Kemenag MoU Dengan Baznas Batang Hari
Menyatukan Niat Mengoptimalkan Zakat dan Sedekah, Kemenag MoU Dengan Baznas Batang Hari
MUARA BULIAN - Suasana Aula Pusat Layanan Haji dan Umrah Terpadu (PLHUT) Kementerian Haji Kabupaten Batang Hari pada Kamis pagi, 18 Desember 2025, terasa berbeda dari biasanya. Di ruangan itu, para kepala KUA, pengelola madrasah, dan jajaran pimpinan lembaga keagamaan berkumpul dengan satu tujuan yang sama, menyatukan langkah demi menguatkan peran zakat bagi kesejahteraan umat. Bacaan Ummul Qur'an yang dipimpin ustadz Muhammad Dillo dan lagu Indonesia Raya mengalun khidmat mengawali acara. Ini menjadi penanda pentingnya pengelolaan zakat, infaq dan sedekah di Kabupaten Batang Hari terutama di lingkungan Kemenag. Tak lama berselang, Kepala Kantor Kemenag Batang Hari H. Zeifni Ishaq, M.H.I. dan Ketua Baznas Batang Hari H. Muslim, S.Ag., M.Sy. membubuhkan tanda tangan pada lembar Perjanjian Kerja Sama (MoU). Sebuah simbol sederhana, namun sarat makna—tentang niat baik, komitmen, dan harapan besar. MoU ini bukan sekadar dokumen administratif. Di baliknya, tersimpan ikhtiar untuk meningkatkan jumlah pengumpulan zakat, infaq dan sedekah untuk menjawab kebutuhan masyarakat. Kepala Seksi Penyelenggara Zakat dan Wakaf M. Nurhadi, S.Pd.I., serta para kepala KUA dan madrasah se-Kabupaten Batang Hari menjadi saksi bahwa kerja sama ini lahir dari kesadaran bersama. Ketua Baznas Batang Hari, H. Muslim, mengungkapkan bahwa selama ini belum ada MoU antara Baznas dan Kementerian Agama. Padahal, potensi zakat yang berhasil dihimpun oleh UPZ Kemenag sangat besar. ''Dengan adanya MoU ini, kami ingin memastikan pengelolaan zakat menjadi lebih terkoordinasi dan lebih meningkat lagi serta berdampak nyata,” ujarnya. Muslim juga menyampaikan optimisme Baznas Batang Hari menatap tahun 2026, dengan target penghimpunan zakat melebihi Rp. 10 miliar. Angka itu bukan sekadar ambisi, melainkan cerminan keyakinan bahwa jika dikelola bersama, zakat mampu menjadi kekuatan sosial yang luar biasa. Sementara itu, H. Zeifni Ishaq mengajak seluruh peserta merenungi satu fakta penting Indonesia dikenal dunia sebagai bangsa yang dermawan. Potensi zakat nasional yang mencapai ratusan triliun rupiah menunjukkan besarnya semangat berbagi masyarakat. Namun, realitas di lapangan berkata lain. “Potensi zakat nasional mencapai Rp320 triliun, Provinsi Jambi sekitar Rp 4 triliun. Tetapi yang terkumpul masih jauh dari itu. Ini menjadi tugas kita bersama untuk memperbaiki pengelolaan zakat,” tutur Zeifni dengan nada reflektif. Di tengah tantangan tersebut, Zeifni mengajak seluruh jajaran untuk tetap bersyukur. Ia menyebutkan bahwa Kementerian Agama Kabupaten Batang Hari berhasil menempati peringkat kedua pengelolaan zakat se-Provinsi Jambi, dengan penghimpunan sekitar Rp753 juta. Sebuah capaian yang patut dibanggakan, sekaligus menjadi pemicu untuk melangkah lebih jauh. Harapan besar pun mengiringi penandatanganan MoU ini. Bagi Zeifni, sinergi antara Kemenag dan Baznas bukan hanya soal meningkatkan angka penghimpunan, tetapi tentang memperluas manfaat zakat bagi pemberdayaan ekonomi umat. Dari bantuan modal usaha, penguatan UMKM, hingga program sosial keagamaan, zakat diharapkan mampu mengubah mustahiq menjadi muzakki. “Ketika Kemenag dan Baznas berjalan bersama, zakat tidak hanya menjadi kewajiban ibadah, tetapi juga solusi nyata bagi kesejahteraan masyarakat Batang Hari,” ujarnya menutup sambutan. Hari itu, Aula PLHUT bukan sekadar menjadi tempat penandatanganan kerja sama. Ia menjadi saksi lahirnya sebuah komitmen bersama—bahwa zakat, jika dikelola dengan hati, amanah, dan kolaborasi, dapat menjadi jalan perubahan bagi umat. (***)
BERITA18/12/2025 | Mohd Haramen
BAZNAS BATANG HARI UPDATE DONASI KORBAN BENCANA SUMATERA
BAZNAS BATANG HARI UPDATE DONASI KORBAN BENCANA SUMATERA
UPDATE DONASI BENCANA SUMATERA Total pengumpulan per 18 Desember 2025 Rp 125.899.910 Alhamdulillah, berkat kepedulian dan kebaikan hati masyarakat Kabupaten Batang Hari, donasi untuk membantu saudara-saudara kita yang terdampak bencana di Sumatera terus bertambah. Terima kasih kepada seluruh muzakki, munfiq, dan para dermawan yang telah ikut meringankan beban mereka. Setiap rupiah yang Anda titipkan menjadi harapan bagi para korban—semoga Allah membalas dengan pahala berlipat ganda. ????? Ayo teruskan semangat kepedulian ini. Anda masih dapat berdonasi melalui: Bank Jambi 3000193371 a.n BAZNAS Kabupaten Batang Hari BRI 031501000159307 a.n Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Batang Hari Donasi Online: kabbatanghari.baznas.go.id/rekening Layanan BAZNAS: 0821 7736 2300 [email protected]
BERITA18/12/2025 | HUMAS BAZNAS
Menebar Cahaya Zakat di Bajubang, Ketua Baznas Batang Hari Lantik UPZ Desa/Kelurahan dan Masjid Sebagai Penggerak Potensi Umat
Menebar Cahaya Zakat di Bajubang, Ketua Baznas Batang Hari Lantik UPZ Desa/Kelurahan dan Masjid Sebagai Penggerak Potensi Umat
Bajubang, 12 November 2025 — Pagi Rabu (12/11), Aula UPTD Komplek Kantor Camat Bajubang tampak lebih ramai dari biasanya. Udara sejuk Bajubang berpadu dengan semangat para tokoh agama, perangkat desa, kelurahan dan pengurus masjid yang datang dari berbagai penjuru. Mereka berkumpul bukan sekadar untuk menghadiri sebuah acara seremonial, tetapi untuk mengikrarkan tekad baru: menjadi pelopor gerakan zakat di tingkat akar rumput melalui pelantikan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Desa/Kelurahan dan Masjid se-Kecamatan Bajubang. Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi masyarakat Bajubang dalam memperkuat peran zakat sebagai instrumen kesejahteraan umat. Pelantikan berlangsung khidmat, diselingi ummul Qur’an yang menambah nuansa spiritual. Mewakili Camat Bajubang, Dahlan Suntana, S.K.M, Bagian Kasi Kesejahteraan Sosial (Kessos), Tislan, menyampaikan apresiasinya terhadap inisiatif Baznas Kabupaten Batang Hari yang telah membentuk dan melantik UPZ di tingkat desa/kelurahan dan masjid. “UPZ adalah ujung tombak zakat. Dari tangan para pengumpul inilah, kebaikan dan keberkahan bisa tersebar hingga ke pelosok kampung,” ujarnya penuh semangat. Hadir dalam kegiatan tersebut, Ketua Baznas Kabupaten Batang Hari, H. Muslim, M.Sy, yang secara langsung melantik para pengurus UPZ. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat dalam mengelola zakat secara transparan dan profesional. “Kita ingin zakat benar-benar menjadi kekuatan ekonomi umat. UPZ di desa dan masjid bukan hanya pengumpul dana, tapi juga penggerak perubahan sosial,” tegasnya. Turut hadir pula Ketua Komisi Fatwa MUI Kabupaten Batang Hari, KH Parlindungan Hasibuan, yang memberikan tausiyah penuh makna tentang kemuliaan orang-orang yang menunaikan zakat dan mengelolanya dengan amanah. Hadir pula Kepala KUA Bajubang,Pickry A. SH, Ketua MUI Kecamatan Bajubang, HM Ashly serta unsur pimpinan Baznas lainnya: Wakil Ketua I Bidang Penghimpunan, Mohd Haramen, S.E., M.E.Sy, dan Wakil Ketua III Bidang Administrasi Keuangan, Iskandar, M.E. Kegiatan semakin bermakna dengan kehadiran amilin Baznas bidang penghimpunan, Syahrul Adji Ibnu Sobar MPd, yang selama ini aktif dalam kegiatan penghimpunan zakat, serta Dai Baznas, Ustadzah Kusmawati S.Ag, yang memandu acara dengan cermat dan tertib. Di akhir acara, suasana optimisme menyelimuti aula. Para pengurus UPZ yang baru dilantik berdiri tegak, mengucapkan ikrar amanah di bawah bimbingan Baznas dan MUI. Mereka kini membawa tanggung jawab baru — memastikan bahwa setiap zakat yang dikumpulkan akan sampai kepada yang berhak menerimanya, dengan penuh keikhlasan dan profesionalisme. Dari Bajubang, semangat itu pun menyala. Sebuah langkah kecil yang diyakini akan membawa perubahan besar: membangun masyarakat yang mandiri, religius, dan saling peduli melalui zakat yang dikelola dengan hati. (***)
BERITA13/11/2025 | Mohd Haramen
Terima Zakat Padi 13 Ton dari UPZ Desa Pasar Terusan, Baznas Batang Hari Langsung Salurkan ke Mustahiq
Terima Zakat Padi 13 Ton dari UPZ Desa Pasar Terusan, Baznas Batang Hari Langsung Salurkan ke Mustahiq
Pasar Terusan, 13 November 2025 — Suasana pagi di Desa Pasar Terusan terasa berbeda dari biasanya. Di halaman Masjid Jami' di Pasar Terusan, masyarakat desa berkumpul dengan penuh semangat. Maklum, pagi ini di tiga masjid dan surau yang di desa itu menjadi pusat kegiatan penyaluran zakat padi. Ini menjadi momentum yang membanggakan bagi warga penerima penyaluran zakat padi sebanyak 13 ton yang berhasil dikumpulkan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Desa Pasar Terusan yang diketuai Ramli, S.Ag itu. Zakat padi yang terkumpul ini merupakan hasil kerja sama masyarakat petani dengan UPZ desa, yang selama ini aktif menggerakkan kesadaran umat akan pentingnya menunaikan zakat sebagai bentuk rasa syukur atas hasil panen. Padi-padi yang terkumpul kemudian diserahkan ke Baznas Batang Hari untuk proses administrasi lalu disalurkan langsung kepada para mustahiq—warga yang berhak menerima—di tiga masjid yang tersebar di wilayah desa tersebut. “Alhamdulillah, zakat padi ini bukan hanya simbol kepedulian, tapi juga bukti bahwa masyarakat Pasar Terusan punya semangat gotong royong yang tinggi,” ujar Hidayatullah, S.E., Kepala Desa Pasar Terusan. Ia menuturkan bahwa penyaluran zakat ini mampu mempererat hubungan sosial antarwarga dan memperkuat nilai kebersamaan yang menjadi ruh kehidupan desa. Turut hadir dalam kegiatan itu, Ketua BPD Pasar Terusan, serta jajaran pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Batang Hari. Dari unsur Baznas hadir Wakil Ketua I Bidang Penghimpunan ZIS, Mohd Haramen, S.E., M.E.Sy, Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian ZIS, Drs. Muhammad Syukri, Wakil Ketua III, Iskandar, S.E., M.E, dan Wakil Ketua IV, Inayah, S.Ag. Kehadiran mereka menjadi bentuk dukungan nyata terhadap peran aktif UPZ desa dalam memperkuat sistem zakat di tingkat akar rumput. “Penerimaan zakat padi seperti ini adalah wujud nyata kemandirian umat. Kita ingin menumbuhkan kesadaran bahwa zakat tidak hanya soal ibadah, tapi juga instrumen pemerataan ekonomi di desa,” kata Ketua Baznas Batang Hari, H Muslim, M.Sy, yang juga memberikan apresiasi kepada para petani dan amil yang bekerja dengan penuh keikhlasan. Kegiatan ini juga dihadiri oleh amilin bidang penghimpunan, yaitu Syahrul Adji Ibnu Sobar, M.Pd dan Fahlewi Akbar, S.Kom, serta Da'i Baznas Ustadzah Muzdalifah S.H yang selama ini menjadi penggerak lapangan dalam mengumpulkan zakat dari para muzakki. Bagi para mustahiq yang menerima, zakat padi tersebut tentu menjadi berkah besar di tengah kebutuhan hidup yang semakin meningkat. Salah seorang penerima zakat, ibu Salmah, tak kuasa menahan haru. “Padi ini sangat berarti bagi keluarga kami. Terima kasih kepada semua pihak yang sudah peduli,” ujarnya lirih sambil menahan air mata. Selain membantu meringankan beban warga kurang mampu, kegiatan ini juga memperkuat keyakinan masyarakat bahwa zakat adalah pilar penting dalam membangun kesejahteraan bersama. Di akhir kegiatan, suasana haru dan kebahagiaan menyelimuti masjid-masjid desa, menandakan betapa besar makna berbagi dalam kehidupan masyarakat Pasar Terusan. Zakat padi 13 ton itu mungkin hanya angka di atas kertas, tapi di baliknya tersimpan nilai keikhlasan, solidaritas, dan semangat kebersamaan yang menumbuhkan harapan baru bagi desa yang subur di tepian Sungai Batang Hari ini. (***)
BERITA13/11/2025 | Mohd Haramen
"KITA HANYA PENJAGA TITIPAN"
"KITA HANYA PENJAGA TITIPAN"
Kita semua datang dengan niat yang sama, ingin jadi bagian dari kebaikan. Ingin membantu orang lain.Ingin menyalurkan titipan Allah agar sampai ke yang berhak. Tapi di tengah perjalanan, kadang ada lelah yang tak sempat kita bicarakan. Lelah dengan sistem yang rumit, dengan target yang menekan, dengan publik yang tak selalu percaya, dengan idealisme yang pelan-pelan terkikis oleh kenyataan. Dan di momen seperti itu, kita perlu berhenti sejenak. Menundukkan kepala, menarik napas panjang, dan bertanya: “Masihkah aku bekerja untuk Allah, atau hanya untuk lembaga, gaji, dan pengakuan manusia?” Menjadi amil bukan profesi biasa. Ini bukan pekerjaan administratif atau posisi karier. Ini tugas spiritual yang sangat berat karena kita bukan hanya mengelola uang, tapi mengelola amanah. Setiap rupiah yang lewat di tangan kita bukan angka di laporan, tapi doa dari hati yang sedang berharap. Dan ketika doa itu kita kelola dengan sembarangan, mungkin di situlah keberkahan mulai hilang pelan-pelan. Kita boleh bicara tentang transparansi, tentang inovasi, tentang sinergi dan sistem digital. Semua itu penting. Tapi jangan sampai sibuk mempercantik lembaga, lalu lupa memperbaiki diri. Kadang Allah izinkan kepercayaan publik turun, bukan untuk menjatuhkan, tapi untuk mengembalikan arah. Agar kita ingat, bahwa kerja ini bukan tentang siapa yang paling cepat tumbuh, tapi siapa yang paling jujur bertahan. Karena di akhir semua ini, yang Allah lihat bukan branding lembaga, bukan jumlah penghimpunan, tapi hati-hati kecil yang tetap jujur menjaga amanah. Kita ini hanya penjaga titipan. Dan seindah apapun sistem kita, tak akan ada makna tanpa ketulusan. Semoga Allah jaga kita agar tetap tulus, tetap lembut di tengah tekanan, tetap rendah hati di tengah pencapaian, dan tetap takut kehilangan ridha-Nya lebih dari kehilangan jabatan, target, atau donatur. Karena menjadi amil sejati bukan soal bekerja di organisasi pengelola zakat. Tapi soal dipercaya Allah untuk menyentuh hidup orang lain, tanpa kehilangan arah untuk kembali pada-Nya. Sumber : https://www.instagram.com/p/DQKAr3gD9J2/?igsh=cXhjbHE4bnhmM2Vo
BERITA24/10/2025 | HUMAS BAZNAS
BAZNAS Kabupaten Batang Hari Peringati Hari Santri Nasional 2025
BAZNAS Kabupaten Batang Hari Peringati Hari Santri Nasional 2025
Batang Hari – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Batang Hari turut memeriahkan peringatan Hari Santri Nasional tahun 2025 yang mengusung tema “Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Dunia.” Momentum Hari Santri ini menjadi pengingat akan peran besar para santri dalam menjaga nilai-nilai keislaman, kebangsaan, serta kontribusi mereka terhadap kemerdekaan dan pembangunan bangsa. Melalui semangat santri, BAZNAS Batang Hari berkomitmen untuk terus memperkuat peran zakat, infak, dan sedekah (ZIS) sebagai pilar kemandirian umat menuju masyarakat yang berdaya dan berkeadilan. Ketua BAZNAS Kabupaten Batang Hari, H. Muslim, S.Ag., M.Sy, bersama jajaran pimpinan yakni Inayah, S.Ag, Drs. M. Syukri, Mohd. Haramen, SE., ME.Sy, dan Iskandar, SE., ME, menyampaikan bahwa nilai-nilai kesantrian harus terus dihidupkan di tengah masyarakat. Semangat keikhlasan, kedisiplinan, dan perjuangan santri diharapkan menjadi inspirasi bagi seluruh umat Islam dalam berkontribusi untuk kemajuan bangsa. “BAZNAS Batang Hari mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan Hari Santri sebagai momentum kebangkitan moral dan sosial. Melalui ZIS, kita kuatkan solidaritas dan peradaban umat yang berlandaskan nilai keagamaan,” ujar H. Muslim. Peringatan Hari Santri 2025 ini juga menjadi bagian dari upaya BAZNAS Batang Hari dalam meneguhkan sinergi antara lembaga keagamaan, pendidikan pesantren, dan pemerintah daerah untuk membangun Batang Hari yang religius dan sejahtera.
BERITA22/10/2025 | HUMAS BAZNAS
BAZNAS Batang Hari Ikuti Pelatihan Fundraising oleh Rizaludin Kurniawan
BAZNAS Batang Hari Ikuti Pelatihan Fundraising oleh Rizaludin Kurniawan
A. Tiga Alasan Muzakki Enggan Menyalurkan Zakat Melalui BAZNAS 1. Pelayanan yang kurang baik dari para amil. 2. Pengalaman berzakat yang tidak berkesan melalui BAZNAS. 3. Tidak merasakan perubahan diri setelah menunaikan zakat melalui BAZNAS Perkuat interaksi dengan Muzakki minimal 6 kali dalam sebulan untuk membangun hubungan yang lebih dekat dan berkesan. B. Hak-Hak Muzakki yang Harus Diperhatikan 1. Amil wajib memastikan Muzakki mendapatkan pelayanan berikut: - Bukti setor zakat sebagai bentuk transparansi. - Ucapan terima kasih sebagai bentuk apresiasi. - Doa khusus bagi Muzakki yang telah berzakat. 2. informasi program BAZNAS yang akan dilaksanakan dan dampaknya bagi Muzakki dan mustahiq. 3. Laporan penyaluran zakat secara berkala sesuai program yang dijalankan kepada Muzakki C. Strategi Komunikasi dan Penyebaran Informasi 1. Amil harus mengumpulkan database email dan nomor WhatsApp baru. 2. Seluruh amil wajib “sedekah jempol” dengan melakukan broadcast hasil-hasil program BAZNAS untuk meningkatkan kepercayaan publik. D. Karakter Ideal Seorang Amil Zakat Amil BAZNAS harus memiliki nilai dan karakter berikut: 3H: Hand → Tangan terampil dalam bekerja. Heart → Hati yang suci dan tulus. Head → Pikiran yang positif dan visioner. 2S: Soul → Jiwa melayani dengan empati. Spirit → Semangat juang yang tinggi. 1M: Motive → Niat yang ikhlas lillahi ta’ala. E. Tips Mendekati Donatur (Menurut Dr. Syariq) Gunakan pendekatan LIA: - L (Linkecs): Dekati orang yang memiliki pengaruh dan koneksi kuat. - I (Interest): Pahami minat dan kesukaan calon donatur. - A (Ability): Ketahui kemampuan finansialnya agar penawaran donasi sesuai. Keberhasilan fundraising ZIS di BAZNAS tidak hanya bergantung pada sistem, tetapi pada hubungan emosional dan pelayanan personal kepada Muzakki. Amil harus profesional, berakhlak, dan berjiwa pelayanan agar kepercayaan Muzakki tumbuh dan berdampak nyata bagi mustahiq.
BERITA14/10/2025 | Humas BAZNAS
Pimpinan dan Amil BAZNAS Batang Hari Ikuti Rapat Koordinasi Daerah Provinsi Jambi
Pimpinan dan Amil BAZNAS Batang Hari Ikuti Rapat Koordinasi Daerah Provinsi Jambi
Jambi — Pimpinan dan amil Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Batang Hari mengikuti kegiatan Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) BAZNAS Provinsi Jambi tahun 2025 yang diselenggarakan oleh BAZNAS Provinsi Jambi. Kegiatan ini mengusung tema “Menguatkan BAZNAS Mendukung Asta Cita — Mendukung Jambi Mantap dalam Mengentaskan Kemiskinan Ekstrem.” Rapat Koordinasi Daerah ini dihadiri oleh pimpinan BAZNAS Provinsi Jambi, BAZNAS kabupaten/kota se-Provinsi Jambi, serta perwakilan pemerintah daerah. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat sinergi dan koordinasi antara BAZNAS di seluruh wilayah Provinsi Jambi dalam upaya mendukung program pemerintah daerah, khususnya dalam penanggulangan kemiskinan ekstrem dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Dalam kesempatan tersebut, berbagai isu strategis dibahas, mulai dari penguatan kelembagaan BAZNAS, optimalisasi pengumpulan zakat, infak, dan sedekah (ZIS), hingga inovasi dalam penyaluran yang tepat sasaran untuk mendukung program pengentasan kemiskinan. Pimpinan BAZNAS Kabupaten Batang Hari menyampaikan bahwa melalui Rakorda ini, diharapkan terjalin kolaborasi yang lebih erat antar BAZNAS kabupaten/kota sehingga peran BAZNAS dalam pembangunan daerah semakin nyata dan memberikan dampak positif bagi masyarakat mustahik. “Rapat koordinasi ini menjadi momentum penting untuk menyatukan langkah dan strategi BAZNAS di seluruh Provinsi Jambi. Kami berkomitmen mendukung program pemerintah daerah melalui pengelolaan zakat yang profesional, transparan, dan berdaya guna,” ujar salah satu pimpinan BAZNAS Batang Hari. Dengan adanya Rakorda ini, BAZNAS Batang Hari berharap dapat semakin memperkuat perannya sebagai lembaga resmi pengelola zakat, infak, dan sedekah dalam rangka mendukung visi “Jambi Mantap” serta mempercepat penanggulangan kemiskinan ekstrem di wilayahnya.
BERITA13/10/2025 | Humas BAZNAS
Ibu Saidah Sakwan Hadiri Rakorda BAZNAS Provinsi Jambi, Tekankan Penguatan Infrastruktur dan Digitalisasi
Ibu Saidah Sakwan Hadiri Rakorda BAZNAS Provinsi Jambi, Tekankan Penguatan Infrastruktur dan Digitalisasi
Jambi— Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) BAZNAS Provinsi Jambi tahun 2025 dihadiri oleh Ibu Saidah Sakwan, Pimpinan BAZNAS Republik Indonesia Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS). Kehadiran beliau memberikan warna dan arahan strategis bagi BAZNAS kabupaten/kota dalam memperkuat peran dan kinerja lembaga zakat di daerah. Dalam paparannya, Ibu Saidah Sakwan menyampaikan beberapa poin penting terkait penguatan kelembagaan dan optimalisasi potensi zakat, di antaranya: 1. Penguatan Infrastruktur Kantor BAZNAS daerah didorong untuk memanfaatkan aset milik pemerintah daerah yang tidak digunakan atau menganggur sebagai kantor BAZNAS. Hal ini dapat dilakukan dengan berkoordinasi langsung kepada kepala daerah untuk mendapatkan dukungan dan legalitas penggunaan aset tersebut. 2. Penguatan SDM Digital Pimpinan BAZNAS daerah diimbau untuk memanfaatkan teknologi digital melalui **Kantor Digital** dan BAZNAS Hub guna mendukung pelayanan zakat yang modern, cepat, dan transparan. 3. Pemetaan Muzaki Prioritas Setiap pimpinan BAZNAS daerah dianjurkan untuk mengenali minimal 10 orang kaya di daerah masing-masing serta muzaki prioritas, sebagai langkah strategis dalam penguatan penghimpunan dana zakat. 4. Perluasan Jaringan UPZ BAZNAS daerah perlu memperluas jaringan dengan membentuk Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di tingkat desa, masjid, organisasi perangkat daerah (OPD), dan perusahaan. Langkah ini bertujuan untuk memperkuat basis pengumpulan zakat di akar rumput. 5. Optimalisasi Dana Sosial Keagamaan Lainnya (DSKL) BAZNAS daerah juga didorong untuk menjalin kerja sama dengan pihak perusahaan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR). BAZNAS dapat menawarkan program-program pendistribusian yang tepat sasaran dan berdampak luas. 6. Kemitraan Strategis dengan Calon Donatur Selain itu, BAZNAS daerah harus proaktif dalam menawarkan program kepada lembaga atau perusahaan yang berpotensi menjadi calon donatur, guna memperluas sumber daya pendanaan kegiatan sosial dan keagamaan. Melalui arahan tersebut, diharapkan BAZNAS kabupaten/kota di Provinsi Jambi semakin kuat secara kelembagaan, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta mampu memperluas jaringan muzaki dan donatur dalam rangka mendukung program pemerintah, khususnya pengentasan kemiskinan ekstrem. Rakorda ini menjadi momentum penting untuk menyamakan visi dan langkah strategis antara BAZNAS pusat, provinsi, dan daerah dalam mewujudkan tata kelola zakat yang profesional, transparan, dan berdaya guna bagi umat
BERITA13/10/2025 | Humas BAZNAS
Hindari Buruk Sangka, Raih Kedamaian dan Kepercayaan
Hindari Buruk Sangka, Raih Kedamaian dan Kepercayaan
Rasulullah Saw. bersabda : "Berhati-hatilah kalian dari tindakan berprasangka buruk, karena prasangka buruk adalah sedusta-dusta ucapan. Janganlah kalian saling mencari berita kejelekan orang lain, saling memata-matai, saling mendengki, saling membelakangi, dan saling membenci. Jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara."(HR. Bukhari No. 6064 dan Muslim No. 2563). ? Hadits di atas menegaskan bahwa buruk sangka adalah perbuatan dusta, bahkan ditegaskan dalam Al qur'an bahwa buruk sangka adalah perbuatan dosa. ???? Allah SWT berfirman : "Wahai orang-orang yang beriman! Jauhilah banyak dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa, dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain, dan janganlah ada di antara kamu yang menggunjing sebagian yang lain..."(QS. Al-Hujurat 49: Ayat 12). ? Amirul Mukminin Umar bin Khathab berkata : "Janganlah engkau berprasangka terhadap perkataan yang keluar dari saudaramu yang mukmin kecuali dengan persangkaan yang baik. Dan hendaknya engkau selalu membawa perkataannya itu kepada prasangka-prasangka yang baik." ? Prasangka buruk juga akan menyebabkan ketidak-nyamanan dalam pergaulan, merenggangkan hubungan persahabatan, hilangnya rasa saling percaya, dan tumbuhnya rasa saling curiga. Hilangnya rasa saling percaya dapat berakibat hancurnya rasa kebersamaan. Semoga kita senantiasa dijauhkan dari sifat dan sikap buruk sangka (suudzon). Aamiin Yaa Rabbal 'alamiin. tolong buatkan judul berita yang menarik dan mudah di mengerti
BERITA08/10/2025 | HUMAS BAZNAS
Di Tengah Luka Kebakaran, Ponpes Zulhijjah Terima Sentuhan BAZNAS Batang Hari
Di Tengah Luka Kebakaran, Ponpes Zulhijjah Terima Sentuhan BAZNAS Batang Hari
MUARA BULIAN - Pagi di Ponpes Zulhijjah, Kamis (25/9/2025), terasa berbeda dari biasanya. Di tengah suasana penuh keprihatinan pasca kebakaran yang melanda, datang sebuah kabar baik. Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Batang Hari hadir membawa bantuan, sebagai wujud nyata kepedulian terhadap pesantren yang diasuh oleh KH Lohot Hasibuan tersebut. Ketua Baznas Batang Hari, H. Muslim, M.Sy, memimpin langsung penyaluran bantuan itu. Di hadapan perwakilan yayasan pesantren serta para majelis guru, ia menyampaikan pesan sederhana namun penuh makna: bahwa kebersamaan dan kepedulian sosial harus selalu hadir, terutama saat musibah datang tanpa diduga. “Bantuan ini mungkin tidak bisa sepenuhnya mengganti apa yang hilang akibat kebakaran, tapi semoga bisa sedikit meringankan beban pesantren, para guru, dan santri yang terdampak,” ujar H. Muslim dengan nada tulus. Bagi keluarga besar Ponpes Zulhijjah, kehadiran Baznas bukan hanya sekadar soal bantuan materi. Lebih dari itu, ini adalah energi moral yang memberi kekuatan untuk bangkit kembali. Musibah kebakaran telah menguji keteguhan hati mereka, namun juga memperlihatkan betapa eratnya solidaritas di tengah masyarakat Batang Hari. Perwakilan yayasan yang menerima bantuan menyampaikan rasa terima kasih mendalam. Di balik wajah lelah akibat musibah, terselip senyum haru menyambut uluran tangan tersebut. “Kami tidak sendiri. Ada doa, dukungan, dan kepedulian dari banyak pihak, salah satunya Baznas. InsyaAllah, ini menjadi semangat baru bagi kami untuk bangkit,” ungkapnya. Para majelis guru yang hadir pun menyaksikan momen penuh makna itu. Bagi mereka, bantuan ini bukan hanya dukungan finansial, melainkan simbol bahwa pesantren memiliki tempat istimewa di hati masyarakat. Bencana memang menyisakan luka, tetapi juga menghadirkan pelajaran: bahwa setiap musibah selalu bisa dihadapi dengan kebersamaan. Kehadiran Baznas Batang Hari di Ponpes Zulhijjah hari itu menjadi pengingat, bahwa kepedulian adalah api kecil yang mampu menghangatkan hati di tengah puing-puing kebakaran. Seperti diketahui, kebakaran di Ponpes Zulhijjah ini terjadi pada Minggu (21/9) dini hari sekitar pukul 02.00 dan menghanguskan sebanyak enam pondokan santri cowok. Saat ini pondokan yang menjadi bekas kebakaran tersebut telah dibangun kembali. (***)
BERITA25/09/2025 | Mohd Haramen
AMIL BAZNAS KABUPATEN BATANG HARI TERIMA PEMBINAAN PELAPORAN ZIS dan DSKL MELALUI APLIKASI SIMBA BAZNAS
AMIL BAZNAS KABUPATEN BATANG HARI TERIMA PEMBINAAN PELAPORAN ZIS dan DSKL MELALUI APLIKASI SIMBA BAZNAS
Batang Hari – Para amil Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Batang Hari mendapatkan pembinaan khusus terkait pelaporan zakat, infak, sedekah (ZIS), serta dana sosial keagamaan lainnya melalui aplikasi Sistem Manajemen Informasi BAZNAS (SIMBA). Pembinaan ini diberikan langsung oleh Staf Biro Koordinasi, Komunikasi, dan Harmonisasi BAZNAS Republik Indonesia, Ibu Rae Novita, pada Rabu (17/09/025). Dalam arahannya, Ibu Rae Novita menegaskan pentingnya pemanfaatan aplikasi SIMBA BAZNAS sebagai instrumen utama dalam tata kelola keuangan BAZNAS yang transparan, akuntabel, serta sesuai standar nasional. “Melalui SIMBA, seluruh proses pelaporan dapat dilakukan secara sistematis dan terintegrasi. Hal ini sangat penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap pengelolaan zakat, infak, dan sedekah oleh BAZNAS,” jelasnya. Amil BAZNAS Kabupaten Batang Hari mengikuti pembinaan dengan antusias. Mereka mendapat bimbingan teknis mulai dari cara input data, proses pelaporan rutin, hingga pengelolaan dana sosial keagamaan lainnya sesuai ketentuan yang berlaku. Ketua BAZNAS Kabupaten Batang Hari menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas pendampingan langsung dari BAZNAS RI. “Pembinaan ini sangat bermanfaat bagi peningkatan kompetensi amil dalam pelaporan keuangan. Dengan SIMBA, kami semakin siap menjaga transparansi, akuntabilitas, serta memperkuat peran BAZNAS di masyarakat,” ungkapnya. Melalui pembinaan ini, diharapkan amil BAZNAS Kabupaten Batang Hari dapat semakin profesional dalam menyajikan laporan keuangan, sehingga pengelolaan ZIS dan dana sosial keagamaan lainnya semakin optimal dan tepat sasaran.
BERITA17/09/2025 | HUMAS BAZNAS
PIMPINAN BAZNAS KABUPATEN BATANG HARI IKUTI PEMBINAAN TATA KELOLA ZIS OLEH BIRO KKH BAZNAS RI
PIMPINAN BAZNAS KABUPATEN BATANG HARI IKUTI PEMBINAAN TATA KELOLA ZIS OLEH BIRO KKH BAZNAS RI
Batang Hari – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Batang Hari mendapatkan kesempatan istimewa dengan hadirnya Kepala Biro Koordinasi, Kerjasama dan Harmonisasi (KKH) BAZNAS Republik Indonesia, Bapak Khuzaifah Hanum, dalam kegiatan pembinaan tata kelola zakat, infak, dan sedekah (ZIS), Rabu (17/09/2025). Kegiatan pembinaan ini bertujuan memperkuat kapasitas kelembagaan BAZNAS Kabupaten Batang Hari, khususnya dalam pengelolaan ZIS agar semakin profesional, akuntabel, dan berdaya guna bagi kesejahteraan masyarakat. Dalam arahannya, Bapak Khuzaifah Hanum menekankan pentingnya tata kelola yang baik serta peningkatan kualitas sumber daya manusia amil zakat. “Pengelolaan zakat yang profesional dan transparan adalah kunci untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat kepada BAZNAS. Dengan tata kelola yang baik, potensi zakat yang besar di Batang Hari dapat dioptimalkan demi kesejahteraan umat,” ujarnya. Kegiatan ini diikuti oleh pimpinan dan amil BAZNAS Kabupaten Batang Hari. Para peserta mendapat arahan teknis, strategi, serta motivasi untuk meningkatkan kinerja lembaga. Ketua BAZNAS Kabupaten Batang Hari menyampaikan apresiasi atas perhatian dan pendampingan yang diberikan BAZNAS RI. “Pembinaan ini menjadi dorongan berharga bagi kami dalam memperkuat kelembagaan serta meningkatkan pelayanan kepada muzakki dan mustahik,” ungkapnya. Melalui pembinaan ini, BAZNAS Kabupaten Batang Hari berkomitmen untuk terus memperbaiki tata kelola, memperluas jangkauan penghimpunan, serta memastikan penyaluran zakat lebih tepat sasaran dan berdampak nyata bagi masyarakat.
BERITA17/09/2025 | HUMAS BAZNAS
BAZNAS Kabupaten Batang Hari Terima Kunjungan Kepala Biro KKH BAZNAS RI
BAZNAS Kabupaten Batang Hari Terima Kunjungan Kepala Biro KKH BAZNAS RI
Batang Hari – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Batang Hari menerima kunjungan resmi dari Kepala Biro Kelembagaan, KSDM dan Hukum (KKH) BAZNAS Republik Indonesia, Bapak Khuzaifah Hanum, didampingi oleh Ibu Rae Novita, pada Rabu (17/09/2025) Kunjungan ini bertujuan untuk memberikan pendampingan tata kelola pimpinan BAZNAS Kabupaten Batang Hari, sekaligus memperkuat kapasitas kelembagaan dalam meningkatkan kinerja pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) di daerah. Dalam kesempatan tersebut, Bapak Khuzaifah Hanum menyampaikan pentingnya tata kelola kelembagaan yang baik, profesional, dan akuntabel agar BAZNAS semakin dipercaya masyarakat. Beliau menegaskan bahwa BAZNAS di daerah merupakan ujung tombak dalam mengoptimalkan potensi ZIS untuk kesejahteraan umat. Kegiatan ini dihadiri oleh pimpinan BAZNAS Kabupaten Batang Hari beserta amil BAZNAS, yang antusias mengikuti arahan, diskusi, serta pendampingan yang diberikan. Ibu Rae Novita juga menekankan pentingnya sinergi antar-amil dan pimpinan dalam menjalankan program kerja agar tepat sasaran dan memberikan manfaat luas bagi mustahik. Ketua BAZNAS Kabupaten Batang Hari, dalam sambutannya, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas perhatian serta pendampingan langsung dari BAZNAS RI. "Kunjungan ini menjadi semangat baru bagi kami untuk terus berbenah dan meningkatkan pelayanan kepada para muzakki serta penyaluran yang tepat bagi para mustahik," ujarnya. Dengan adanya pendampingan ini, BAZNAS Kabupaten Batang Hari berharap mampu semakin memperkuat tata kelola kelembagaan, meningkatkan transparansi, dan memperluas jangkauan pelayanan zakat di tengah masyarakat.
BERITA17/09/2025 | HUMAS BAZNAS
SOSIALISASI UPZ BAZNAS, CAMAT DAN PEMDES KECAMATAN MSU KOMITMEN BANTU KINERJA BAZNAS
SOSIALISASI UPZ BAZNAS, CAMAT DAN PEMDES KECAMATAN MSU KOMITMEN BANTU KINERJA BAZNAS
Batang Hari – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Batang Hari terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dalam mengoptimalkan pengelolaan zakat. Hal ini ditandai dengan kegiatan sosialisasi Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di Kecamatan Maro Sebo Ulu (MSU), yang digelar pada Rabu (10/09/2025). Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Camat Maro Sebo Ulu, Ismail, Ketua BAZNAS Kabupaten Batang Hari H. Muslim, S.Ag., M.Sy, Wakil Ketua I Mohd. Haramen, SE., ME.Sy, serta Wakil Ketua IV Inayah, S.Ag. Turut hadir pula para kepala desa/lurah se-Kecamatan MSU. Dalam sambutannya, Camat Maro Sebo Ulu, Ismail, menegaskan komitmen pemerintah kecamatan dan desa untuk mendukung kinerja BAZNAS dalam mengoptimalkan potensi zakat. “Kami bersama perangkat desa siap berkolaborasi, karena zakat bukan hanya ibadah individual, tetapi juga memiliki kekuatan sosial untuk mengentaskan kemiskinan di wilayah kita,” ujarnya. Ketua BAZNAS Kabupaten Batang Hari, H. Muslim, S.Ag., M.Sy, menyampaikan bahwa pembentukan dan penguatan UPZ di desa maupun kelurahan merupakan langkah strategis dalam memperluas jangkauan penghimpunan zakat. “UPZ adalah ujung tombak kami di lapangan. Dengan dukungan camat dan pemdes, insyaAllah zakat di Batang Hari bisa lebih optimal untuk mustahik yang membutuhkan,” jelasnya. Sementara itu, Wakil Ketua I Mohd. Haramen, SE., ME.Sy menambahkan, sinergi ini diharapkan dapat memperkuat transparansi dan akuntabilitas pengelolaan zakat. Wakil Ketua IV Inayah, S.Ag, juga menekankan pentingnya peran perempuan dalam edukasi zakat di tengah masyarakat. Kegiatan sosialisasi ini menghasilkan kesepahaman bersama antara BAZNAS, Camat, dan pemerintah desa/kelurahan se-Kecamatan MSU untuk mendorong optimalisasi zakat, infak, dan sedekah, yang nantinya akan kembali kepada masyarakat dalam bentuk program-program pemberdayaan.
BERITA10/09/2025 | Humas BAZNAS
KESOMBONGAN ADALAH MENOLAK KEBENARAN DAN MEREMEHKAN MANUSIA
KESOMBONGAN ADALAH MENOLAK KEBENARAN DAN MEREMEHKAN MANUSIA
Ketika Nabi bersabda: “Tidak masuk surga orang yang di hatinya ada kesombongan seberat biji zarrah”, sebagian sahabat merasa bingung Salah satu sahabat berkata: “Ya Rasulullah, bagaimana dengan seseorang yang senang jika bajunya bagus dan sandalnya bagus?” Pertanyaan itu muncul karena sahabat khawatir, apakah memperhatikan penampilan yang rapi dan indah termasuk kesombongan? Maka Nabi ? menjelaskan bahwa Allah itu indah dan mencintai keindahan. Jadi berpakaian bagus bukanlah sombong. Yang disebut sombong adalah menolak kebenaran (batarul-haq) dan meremehkan manusia (ghamtu an-nas). Referensi Shahih Muslim, Kitab al-Iman, no. 91. Juga diriwayatkan oleh an-Nasa’i dan Ahmad dengan redaksi mirip.
BERITA09/09/2025 | HUMAS BAZNAS
KISAH SAHABAT CALON PENGHUNI SYURGA
KISAH SAHABAT CALON PENGHUNI SYURGA
Suatu hari, para sahabat sedang duduk bersama Rasulullah, Di tengah majelis yang penuh keberkahan itu, tiba-tiba Rasulullah bersabda: “Sebentar lagi akan datang kepada kalian seorang laki-laki dari penghuni Surga.” Semua mata pun tertuju ke arah pintu. Tidak lama kemudian, muncullah seorang lelaki Anshar yang sederhana. Jenggotnya masih basah oleh air wudhu, dan di tangannya ia menggenggam sandalnya. Tidak ada yang istimewa dari penampilannya, sangat biasa. Keesokan harinya, kejadian yang sama terulang. Rasulullah ? kembali berkata: “Akan masuk sekarang seorang laki-laki dari penghuni Surga.” Dan ternyata, lelaki yang sama datang lagi. Begitu juga pada hari ketiga. Para sahabat tentu penasaran, amal apakah yang membuat lelaki sederhana ini sampai tiga kali disebut Nabi sebagai calon penghuni Surga? Abdullah bin Amr bin Ash merasa sangat ingin mengetahuinya. Ia pun meminta izin untuk tinggal di rumah lelaki itu selama tiga malam. Selama bersama, Abdullah memperhatikan semua gerak-geriknya. Ia berharap menemukan shalat malam panjang, doa-doa yang penuh tangisan, atau amalan luar biasa lainnya. Tapi ternyata, lelaki itu tidak melakukan sesuatu yang istimewa. Ia hanya shalat wajib, dzikir sederhana sebelum tidur, lalu beristirahat. Tidak ada ibadah tambahan yang tampak menonjol. Akhirnya, sebelum pulang Abdullah pun jujur berkata, “Wahai saudaraku, sebenarnya aku hanya ingin tahu amalan apa yang membuatmu disebut Rasulullah sebagai ahli Surga. Namun aku tidak melihat sesuatu yang istimewa darimu.” Lelaki itu pun tersenyum tenang. Ia berkata: “Tidak ada amalan lebih dari yang telah engkau lihat. Hanya saja, aku tidak pernah menyimpan niat buruk terhadap seorang Muslim pun. Dan aku tidak pernah iri kepada siapa pun atas nikmat yang Allah berikan kepadanya.” Mendengar itu, Abdullah bin Amr pun berkata lirih: “Inilah amalan yang sulit kami lakukan, dan inilah yang menjadikan engkau penghuni Surga.” Kisah ini mengajarkan bahwa surga tidak hanya diraih dengan ibadah yang tampak besar, tapi juga dengan kebersihan hati: tidak menipu, tidak mendendam, dan tidak iri.
BERITA08/09/2025 | HUMAS BAZNAS
Baznas Batang Hari: Dari Daerah Menuju Pengakuan Nasional
Baznas Batang Hari: Dari Daerah Menuju Pengakuan Nasional
TIDAK ada prestasi besar yang lahir tanpa kerja keras, visi yang jelas, dan semangat untuk memberi manfaat seluas-luasnya bagi umat. Itulah yang dibuktikan oleh Baznas Kabupaten Batang Hari, yang bakal menerima penghargaan Baznas Award dari Baznas RI dalam kategori Promosi dan Iklan Terbaik. Penghargaan ini bakal diterima Ketua Baznas Batang Hari H Muslim M.Sy di Hotel Mercure Jakarta, Kamis (28/8) mendatang. Penghargaan ini bukan sekadar piala atau pengakuan formal. Ia adalah simbol dari dedikasi panjang, kreativitas, serta kesungguhan Baznas Batang Hari dalam menunaikan amanah mengelola zakat dengan penuh tanggung jawab. Sejak awal, Baznas Batang Hari berkomitmen untuk mengubah wajah zakat di daerah. Mereka sadar, zakat bukan hanya tentang kewajiban agama, tetapi juga tentang kekuatan sosial yang mampu mengangkat harkat dan martabat masyarakat. Dengan strategi komunikasi yang segar, promosi yang inovatif, serta kampanye yang menyentuh hati, Baznas Batang Hari berhasil menumbuhkan kepercayaan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat untuk berzakat dan bersedekah. Upaya ini tentu bukan hal mudah. Di tengah tantangan keterbatasan sumber daya, mereka menjawab dengan kreativitas. Di tengah minimnya pemahaman sebagian masyarakat, mereka hadir dengan pendekatan edukasi yang humanis. Langkah demi langkah, kerja keras itu pun berbuah manis. Raihan Baznas Award adalah bukti bahwa kerja nyata dari daerah bisa menggema hingga tingkat nasional. Lebih dari itu, penghargaan ini menjadi pemantik semangat baru: bahwa zakat bisa dikelola dengan cara yang modern, transparan, dan dekat dengan masyarakat. Ketua Baznas Batang Hari H Muslim mengaku bersyukur kepada Allah SWT bakal mendapatkan penghargaan tersebut. Baginya, penghargaan itu adalah prestasi bersama. “Penghargaan ini kami persembahkan untuk masyarakat Batang Hari. Keberhasilan ini bukan milik kami semata, tetapi hasil dari dukungan para muzakki, mustahik, pemerintah daerah, dan semua pihak yang percaya bahwa zakat adalah jalan menuju keberkahan. Semoga prestasi ini menjadi motivasi untuk terus berinovasi dan memberi manfaat lebih luas lagi.”ucap Putra terbaik Batang Hari asal Mersam ini. Inspirasi untuk Negeri Keberhasilan Baznas Batang Hari memberi pelajaran berharga: bahwa perubahan besar selalu berawal dari langkah kecil yang konsisten. Ketika zakat dikelola dengan visi dan inovasi, maka ia tidak hanya menyentuh kebutuhan sesaat, melainkan membangun masa depan yang lebih bermartabat. Dari Batang Hari untuk Indonesia, prestasi ini adalah pesan bahwa setiap daerah punya potensi untuk bersinar, membawa cahaya manfaat, dan menjadi teladan bagi yang lain. (***)
BERITA26/08/2025 | Mohd Haramen
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Mari tunaikan zakat Anda dengan mentransfer ke rekening zakat.

BAZNAS

Info Rekening Zakat